Selamat Datang!

Sabtu, 26 April 2014

KONSELING KB

  Sepasang suami istri datang ke BPS Permata Bunda untuk berkonsultasi sebelum melakukan pemasangan KB. Ibu tersebut memiliki riwayat persalinan caesar pada anak keduanya dan indikasi preeklamsia berat. Kini ibu tersebut sedang menyusui anak keduanya yang berumur 50 hari.
(Tok..tokk..tokkk...)
Bidan Alfi                   : “Silakan masuk...” (sambil membuka pintu)
Pasangan Suami-Isteri : “Iyaa Bu...”
Bidan Alfi                   : “Mari Bu, Pak, silakan duduk...” (sambil menunjuk ke tempat duduk)
“Perkenalkan nama saya bidan Alfi, maaf ini dengan Ibu siapa dan Bapak siapa?” (sambil menjabat tangan)
Ibu Risa                        : “Saya Ibu Risa, dan ini suami saya Pak Wari,” (sambil berjabat tangan)
Bidan Alfi                     : "Oh ya dengan Ibu Risa dan Bapak Wari ya, Bagaimana kabarnya?   Kalau boleh saya tahu, Ibu dan Bapak tinggal dimana ya?”
Bapak Wari                   : “Iya bu, kami baik bu, Kami tinggal di Perum Green House Blok A No. 13 GK V Yogyakarta,”
Bidan Alfi                     : “Kalau boleh saya tahu lagi, apa alasan Bu Risa dan Pak Wari berkunjung kesini?”
Ibu Risa                        : “Begini Bu Bidan, saya sebenarnya ingin KB. Anak saya sudah dua. Dan anak kedua saya ini kemarin lahir caesar.,”
Bapak Wari                 : “ Oh ya bu, Selain itu umur anak kami yang terakhir baru 50 hari.”
Bidan Alfi                     : “Bu Risa umur berapa ya sekarang? Kalau boleh tahu, alasan Ibu Risa melahirkan dengan caesar itu apa?”
Ibu Risa                        : “Umur saya sekarang 28 tahun Bu Bidan. Saya sebenarnya ingin melahirkan secara normal tetapi karena kata Bu Bidan yang lalu ada indikasi preeklamsia berat, jadi mau tidak mau harus dicaesar,”
Bidan Alfi                     : “Lalu, Bu Risa sekarang masih menyusui atau tidak?”
Ibu Risa                        : “Iya saya masih menyusui Bu.”
Bidan Alfi                     : “Oh begitu ya Bu. Tadi ibu Risa mengatakan ingin KB ya bu, karena mengalami pre eklamsia berat ibu tidak dianjurkan hamil kembali untuk menjaga kesehatan ibu. Jadi KB yang cocok adalah KB jangka panjang. “
Ibu Risa                        : “ KB jangka panjang itu apa bu? ”
Bidan Alfi                     : “ KB jangka panjang itu IUD, Implan, dan suntik 3 bulan. Karena ibu mempunyai riwayat darah tinggi ibu dianjurkan memakai IUD. ”
Bapak Wari                   : “ Emang kenapa gak boleh pake Implan dan suntik 3 bulanan? ”
Bidan Alfi                     : “ Karena Implan dan Suntik 3 bulanan itu merupakan kb hormonal sehingga dapat mempengaruhi kesehatan ibu terutama pada tekanan darah ibu. Gimana pak, paham? ”
Bapak Wari                   : “ Oh ya bu bidan saya paham.”
Bidan Alfi                     : “ Tapi, ada cara lain yaitu menggunakan kondom. Bagaimana ibu dan bapak pilih yang mana? ”
Ibu Risa                        : “ Oh ya bu, saya pilih IUD saja. ”
Bidan Alfi                     : “Oh IUD ya Bu. Kalau Bapak Wari setuju atau tidak dengan pilihan Ibu?”
Bapak Wari                   : “Emmm, kalau saya setuju saya dengan istri saya, yang penting istri saya sehat,”
Bapak Wari                   : “Oh iya Bu Bidan, kalau boleh saya tahu kelebihan IUD itu apa saja ya? Kenapa banyak yang memilih KB jenis IUD?”
Bidan Alfi                     : “Baik, begini Pak, Bu, IUD adalah salah satu alat kontrasepsi jangka panjang. Bisa digunakan sekitar 8-10 tahun. IUD ini memiliki beberapa jenis, antara lain copper T380A dan spiral atau Lipes Loop. Untuk yang jenis copper T bentuknya seperti huruf T, sedangkan yang spiral bentuknya spiral. Bagaimana Pak Bu sudah paham?”
Keduanya                     : “Oh ya, paham,” (sambil mengannggukkan kepalanya)
Bapak Wari                   : “ Ibu Alfi bagaimana cara pemasangan IUD bu? “
Bidan Alfi                     : “ oh ya pak cara pemasangannya nanti IUD akan dimasukkan ke dalam rahim ibu melalui jalan lahir ibu. Jangan khawatir bu nanti tidak akan sakit.  “ ( sambil memegang tangan. )
Ibu Risa                        : (wajah cemas) iya bu.
Bapak Wari                   : “ Gimana mah brani enggak? ”
Ibu Risa                        : “ Berani kok. Insya Allah. ”
Bidan Alfi                     : “ Baik ya ,IUD ini memiliki efek samping berupa perdarahan, nyeri terutama saat menstruasi dan IUD mungkin bisa bergeser, Bagaimana ibu bapak masih ingin menggunakan IUD?
Ibu Risa                        : “ Iya bu mau “
Bapak Wari                   : “ Iya saya setuju sama istri saya ”
Bidan Alfi                     : “ Baik ya,  bapak ibu sudah memutuskan untuk memakai IUD mari kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. ”
( Sudah melakukan pemeriksaan dan pemasangan IUD. Setelah pemasangan ibu, bapak dan bidan kembali duduk )
Bidan Alfi                     :  “ Ibu ini sudah selesai pemasangannya, ibu bisa  berkunjung kembali 2 minggu lagi tapi jika ada keluhan ibu dapat kembali datang kemari ya bu. “
Ibu Risa                        : “ Iya bu Bidan ”
Bapak Wari                   : “Iya bu, permisi!  Mari bu. ” ( berjabat tangan )
Bidan Alfi                     : “ Iya pak bu hati – hati dijalan. ”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar